KADAR LOGAM TIMBAL (Pb) DALAM DARAH PENJUAL KLEPON

Yayuk Kustiningsih, Noni Fitriyanti, Nurlailah Nurlailah

Abstract

A kelepon seller is one of the groups susceptible to metal pollution from motor vehicle emissions from the tetraethyl-Pb and tetramethyl-Pb combustion products that are always added to motor vehicle fuel. Lead metal has a negative impact on the environment including human health. The first effect of chronic Pb poisoning before reaching the target organ is the presence of hemoglobin synthesis disorder so that the hemoglobin level decreases.The effect of lead poisoning in the blood can occur if the Pb content is more 70 ug/dl or 0.7 ppm which will lead to anemia. This study aims to determine a level of lead metal in the blood of kelepon seller that exceeds the threshold. Descriptive survey research method with cross-sectional design on the sample from 15 respondents. The lead metal (Pb) in the blood is measured using an Atomic Absorption Spectrophotometer (SSA) device. The result of the research shows that there are 13 respondents (86,7%) whose Pb metal content exceeds the blood lead threshold that is 20 ug / dL or 0,20 ppm. The highest level of lead in the blood of the respondents was 0.73 ppm and the lowest was 0.10 ppm. Two respondents with lead in blood less than 0.20 ppm are known to always use personal protective equipment while working, even though the working time is 6-10 hours/day. It is advisable to conduct further research by examining Hb levels and abnormalities of erythrocytes in the blood of the kelepon seller and conducting similar research

Penjual kelepon merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap pencemaran logam timbal yang berasal dari buangan gas kendaraan bermotor dari hasil samping pembakaran tetraetil-Pb dan tetrametil-Pb yang selalu ditambahkan dalam bahan bakar kendaraan bermotor. Logam timbal memiliki dampak negatif terhadap lingkungan hidup termasuk kesehatan manusia. Efek pertama keracunan timbal kronis sebelum mencapai target organ adalah adanya gangguan sintesis hemoglobin sehingga kadar hemoglobin menurun. Efek keracunan timbal dalam darah dapat terjadi apabila kandungan Pb lebih 70 ug/dl atau 0,7 ppm yang akan mengakibatkan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam timbal dalam darah penjual kelepon yang melebihi ambang batas. Metode penelitian survei deskriptif dengan rancangan cross sectional pada sampel yang berjumlah 15 responden. Logam timbal (Pb) dalam darah diukur menggunakan alat Spektrofototometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan dari 15 responden yang diperiksa terdapat 13 responden (86,7%) yang kandungan logam timbalnya melebihi ambang batas timbal dalam darah yaitu 20 ug/dL atau 0,20 ppm. Kadar timbal dalam darah responden yang paling tinggi adalah 0,73 ppm dan terendah 0,10 ppm. Dua responden yang kandungan timbal dalam darahnya kurang dari 0,20 ppm tersebut diketahui selalu menggunakan alat pelindung diri saat bekerja, meskipun waktu kerjanya 6-10 jam/hari. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan memeriksa kadar Hb dan kelainan eritrosit dalam darah penjual kelepon dan dilakukan penelitian serupa dengan objek yang berbeda.

Keywords

penjual kelepon; logam timbal (Pb) dalam darah

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.