POTENSI ANTIFUNGI TANGKAI DAUN JARAK PAGAR TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans

Ni Made Niagita Wiratni, I Nyoman Jirna, IGA. Sri Dhyanaputri

Abstract

Jatropha curcas twigs are part of the Jatropha curcas which can be utilized as herbal treatment by the community to overcome the vaginal discharge problem. Vaginal discharge is a common symptom experienced by most women caused by Candida albicans infection. This research used the true experiment with posttest only control design which aimed to know the content of phytochemistry and antifungal potential of Jatropha curcas twigs extract on Candida albicans growth. Extract of Jatropha curcas in this study was obtained through a solvent extraction process using ethanol 96% by the method of maceration. The method used for the phytochemistry test was a qualitative method, while for the antifungal potential test was done by diffusion method with the concentration of 10%, 25%, 30%, 40% and 50%. The results of Phytochemistry test showed that Jatropha curcas twigs extracts are saponins, tannins, and flavonoids, but no alkaloid compounds were found, however a test result of the antifungal potential test showed that the average diameter of inhibition zone of Candida albicans growth is 0 mm. The conclusion of this study is Jatropha curcas twigs extracts can not inhibit Candida albicans growth, For other researchers which use jatropha curcas twigs, are suggested to do a phytochemical test quantitatively and to test the antifungal potential with dilution method.

Tangkai daun Jarak pagar merupakan bagian dari Jarak pagar yang bisa dimanfaatkan sebagai pengobatan herbal oleh masyarakat untuk mengatasi masalah keputihan. Keputihan adalah gejala yang umum dialami oleh sebagian besar wanita yang disebabkan oleh infeksi Candida albicans. Penelitian ini eksperimen murni dengan desain kontrol posttest yang bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan potensi antijamur ekstrak tangkai daun jarak pagar terhadap pertumbuhan Candida albicans. Ekstrak tangkai daun jarak pagar dalam penelitian ini diperoleh melalui proses ekstraksi pelarut dengan menggunakan etanol 96% dengan metode maserasi. Metode yang digunakan untuk uji fitokimia adalah metode kualitatif, sedangkan untuk uji potensi antijamur dilakukan dengan metode difusi dengan konsentrasi 10%, 25%, 30%, 40% dan 50%. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak tangkai daun jarak pagar mengandung saponin, tanin, dan flavonoid, namun tidak ditemukan senyawa alkaloid, namun hasil uji potensi antijamur menunjukkan bahwa diameter rata-rata zona inhibisi terhadap pertumbuhan Candida albicans adalah 0 mm . Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak tangkai daun jarak pagar tidak dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans. Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan uji fitokimia secara kuantitatif dan untuk menguji potensi antijamur tangkai daun jarak pagar dengan metode pengenceran.

Keywords

tangkai daun jarak pagar; antijamur Candida albicans

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.