LOGAM MERKURI PADA MASKER PEMUTIH WAJAH DI PASAR MARTAPURA

Dinna Rakhmina, Lisa Lisa, Jasmadi Joko Kartiko

Abstract

Currently, many brands and types of skin whitening cosmetics can be found on the market. Not all products are safe for consumers. Illegal or non-licensed cosmetics from BPOM are suspect because unlisted cosmetics tend to contain harmful chemicals such as mercury (Hg). Mercury (Hg) was including harmful heavy metals. The use of mercury has been banned since 1998 through PERMENKES RI No. 445 of 1998, where mercury in small concentrations can be toxic. Negative effects of mercury such as allergies, skin irritation and permanent damage to the nervous system, kidney, brain and disrupt the development of the fetus, especially when used in high doses. The aim of this study was to know whether there is mercury content on bleach mask that sold in Martapura market in March 2017. This study used a descriptive method and the sample was taken by purposive sampling technique. There were 10 samples of face bleach mask that cost around Rp5.000,00 - Rp20.000,00. Based on the results of 10 samples taken at Martapura market, 3 samples contained mercury of face bleach mask. The conclusion of this study is that mercury still used as bleach on the facial in the Martapura market. Therefore, BPOM needs more supervision and intensive counseling about the risk of bleaching cosmetics containing mercury, so the consumer can be careful in choosing cosmetics.

Saat ini banyak berbagai merek dan jenis kosmetik pemutih kulit dapat kita jumpai di pasaran. Tidak semua produk tersebut aman bagi konsumen. Kosmetik ilegal atau yang tidak memiliki nomor ijin dari BPOM inilah yang patut dicurigai karena kosmetik yang tidak terdaftar cenderung mengandung bahan-bahan kimia berbahaya seperti merkuri (Hg). Merkuri (Hg) / air raksa termasuk logam berat berbahaya. Penggunaan merkuri telah dilarang sejak tahun 1998 melalui PERMENKES RI No. 445 Tahun 1998, dimana merkuri dalam konsentrasi kecil dapat bersifat racun. Efek negatif dari merkuri seperti timbulnya bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi bahkan bisa menyebabkan kerusakan permanen pada susunan syaraf, ginjal, maupun otak serta mengganggu perkembangan janin terutama bila digunakan dalam dosis tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada kandungan merkuri pada masker pemutih yang dijual di pasar Martapura Maret 2017. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan sampel diambil dengan cara teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah masker pemutih wajah yang beredar di Pasar Martapura. Sampel yang diambil sebanyak 10 sampel pada masker pemutih wajah yang harganya berkisar Rp5.000,00 - Rp20.000,00. Dari 10 sampel masker wajah yang diuji pada penelitian ini yaitu 3 sampel atau 30% masker pemutih wajah mengandung merkuri. Dari hasil penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa merkuri masih digunakan sebagai bahan pemutih pada masker pemutih wajah yang beredar di Pasar Martapura. Oleh karena itu, diharapkan perlu pengawasan lebih ketat lagi serta peningkatan penyuluhan oleh instansi terkait tentang pentingnya bahaya kosmetik pemutih yang mengandung merkuri, sehingga masyarakat bisa teliti dalam memilih kosmetik.

Keywords

merkuri; kosmetik; masker pemutih wajah

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.