ANALISIS KADAR SIKLAMAT PADA ES KRIM DI KOTA BANJARBARU

Nurlailah Nurlailah, Nurhayati Aslami Alma, Neni Oktiyani

Abstract

Sweeteners are one of the components which are often added to foodstuffs. Synthetic sweeteners are widely circulated in the community is cyclamate. Consumption of cyclamate that exceeds the dose will lead to bladder cancer. It will also cause lung, liver, and lymph tumors. The purpose of this study was to determine the presence of cyclamate in ice cream that exceeded the required threshold. The type of this research is the descriptive survey. The sample of this research is ice cream that produced by household companies from all ice cream traders in North Banjarbaru with 11 ice cream sellers. The variables in this study were cyclamate content found in ice cream. The results showed that 11 samples of ice cream were examined, 9 samples containing cyclamate with the highest level of 7.37 g / kg as cyclamic acid. The conclusion of this study is ice cream containing cyclamate found as much as 82% (9 samples), while 18% (2 samples) others negative, from 9 samples containing cyclamate positive, 89% did not qualify the requirements of PERMENKES Number 208 in 1985 that exceeds 2 gr/Kg as cyclamate acid. More specific checks are required for the analysis of cyclamate levels by other methods such as High Performance Liquid Chromatography.

Pemanis merupakan salah satu komponen yang sering ditambahkan dalam bahan makanan. Pemanis buatan yang banyak beredar di masyarakat adalah siklamat. Konsumsi siklamat yang melebihi dosis akan mengakibatkan kanker kandung kemih. Selain itu akan menyebabkan tumor paru, hati, dan limfa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya siklamat dalam es krim yang melebihi ambang batas yang dipersyaratkan. Jenis penelitian ini adalah survey deskriptif. Sampel penelitian adalah es krim produksi rumah tangga dari seluruh pedagang es krim di Banjarbaru utara yaitu dengan jumlah 11 pedagang es krim. Variabel dalam penelitian ini adalah kadar siklamat yang terdapat dalam es krim. Hasil penelitian menunjukkan dari 11 sampel es krim yang diperiksa, 9 sampel mengandung siklamat dengan kadar tertinggi 7,37 g/kg sebagai asam siklamat. Kesimpulan penelitian ini adalah es krim yang mengandung siklamat ditemukan sebanyak 82% (9 sampel), sedangkan 18% (2 sampel) lainnya negatif, dari 9 sampel yang positif mengandung siklamat, 89% tidak memenuhi syarat PERMENKES Nomor 208 tahun 1985 yaitu melebihi 2 gr/kg sebagai asam siklamat. Perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih spesifik untuk analisis kadar siklamat dengan metode lain seperti Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT)

Keywords

siklamat; es krim

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.